Senin, 09 Januari 2012

TEORI DAN MODEL KONSEPTUAL ASUHAN KEBIDANAN

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Teori adalah seperangkat konsep atau pernyataan yang dapat menguraikan dengan jelas fenomena yang penting dalam suatu disiplin.
Konsep adalah penopang teori,yang menjelaskan tentang suatu teori yang dapat di uji melalui observasi atau penelitian.
Model adalah contoh atau peraga untuk menggabarkan sesuatu.Model kebidanan adalah suatu bentuk pedoman atau acuan yang merupakan kerangka kerja seorang bidan dalam member asuhan kebidanan.

Model konseptual kebidanan adalah tolak ukur bagi bidan dalam memberi asuhan kebidanan.Model adalah suatu bentuk pedoman atau acuan yang merupakan kerangka kerja seorang bidan dalam memberi asuhan kebidanan dan tidak terlepas dari teori yang memengaruhinya.
·         Elemen model kebidanan:
1.      Orang(wanita, ibu, pasangan dan orang lain )
2.       Kesehatan
3.       Lingkungan
4.      Kebidanan









B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian teori dan model konseptual kebidanan?
2.      Apa itu komponen model kebidanan?
3.      Sebutkan teori yang memengaruhi model kebidanan?
4.      Sebutkan pelayanan kebidanan?
5.      Sebutkan kerangka kerja bidan?
6.      Apa itu Paradigma sehat?






















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian teori dan model konseptual asuhan kebidanan
Model konseptual kebidanan adalah tolak ukur bagi bidan dalam memberi asuhan kebidanan.Model adalah suatu bentuk pedoman atau acuan yang merupakan kerangka kerja seorang bidan dalam memberi asuhan kebidanan dan tidak terlepas dari teori yang memengaruhinya.
Ada beberapa pengertian tentang konseptual asuhan kebidanan yaitu:
1)      Gambaran abstrak suatu ide yang menjadi dasar suatu disiplin ilmu.
2)      Pada dasarnya sama dengan pengertian  konsep kerja,system,dan skema,yaitu menunjukkan ide global tentang individu,kelompok,situasi,dan kejadian yang menarik untuk suatu ilmu.Model konseptor kebidanan biasnya berkembang Dari teori wawasan intuitif keilmuan yang sering kali di simpulkan dalam kerangka acuan disiplin ilmu  yang bersangkutan (Fawcett, 1992) sehingga model konseptual memberikan gambaran abstrak atau ide yang mendasari disiplin ilmu.
3)      Model memberikan kerangka untuk memahami dan mengembangkan praktik guna membimbing tindakan dakam pendidikan untuk mengidentifikasi pertanyaan yang harus di jawab dalam penelitian.konsep model di tunjukandalam banyak cara,yaitu mental model,fisik mental,dan simbolik (lancaster)

v  Kegunaan model
Menggambarkan beberapa aspek dengan persamaannya seperti struktur, gambar,diagram,rumus.


• Merupakan gagasan mental sebagai bagian dari teori yang memberikan bantuan ilmu ilmu sosial dalam mengkonsep dan menyamakan aspek aspek dalam proses sosial.
B.     Komponen model kebidanan:
·         Membantu kesejahteraan ibu
·         Mempersiapkan ibu dengan pendidikan dan konseling
·         Intervensi teknologi seminimal mungkin
·         Mengidentifikasi dan memberi bantuan obstetric
·         Melakukan rujukan



















C.    Teori yang mempengaruhi model kebidanan
·         Menurut Reva Rubin
Menurut Rubin,untuk mencapai peran ibu,seorang wanita membutuhkanproses belajar melalui serangkaian aktivitas berupa latihan.Dalam proses ini,wanita diharapkan mampu mengidentifikasi bagaimana seseorang mampu mengambil peran sebagai seorang ibu.Proses inimungkin dapat menimbulkan efek negative,misalnya dalam intervensi dan tindakan.
·         Menurut Ramona T.Mercer
Dalam teorinya,mercer lebih menekankan pada stress antepartum dalam pencapaiannya sebagai peran ibu.
·         Menurut Ela Joy Lehrman
Dalam teorinya, Lehrman menginginkan agar bidan dapat melihatt semua aspek pemberian asuhan pada wanita hamil dan member pertolongan persalinan.
Lehrman mengemukakan 8 konsep yang penting pelayanan antenatal,yaitu:
1.      Asuhan yang berkesinambungan
2.      Keluarga sebagai pusat asuhan
3.      Pendidikan dan konseling merupakan bagian dari asuhan
4.      Tidak ada interfensi dalam asuhan
5.      Fleksibitas dalam asuhan
6.      Keterlibatan dalam asuhan
7.      Advokasi dari klien
8.      Waktu

·         Menurut jean ball
Ball mengemukakan teori kursi goyang.kursi goyang yang di bentuk dari tiga elemen , yaitu pelayanan maternitas,pandangan masyarakat terhadap keluarga, dan sisi penyangga terhadap kepribadian wanita.Tujuannya adalah agar ibu dapat melaksanakan tugasnya sebagai ibu,baik secara fisik dan psikologis.
Tujuan teori jean ball :
            Agar ibu mampu melaksanakan tugasnya sebagai ibu secara fisik maupun psikologis. Psikhis dalam hal ini tidak hanya pengaruh emosional tapi juga proses emosional agar tujuan akhir memenuhi kebutuhan untuk untuk menjadi ortu terpenuhi.
·         Menurut teori Orem
Orem mengemukakan tiga macam teori ,yaitu self-care theory,self-care deficit theory,dan nursing system theory.

D.    Pelayanan kebidanan
Pelayanan kebidanan terinteggrasi dengan pelayanan kesehatan.Selama ini
pelayanan kebidanan bergantung pada sikap sosial masyarakat dan keadaan lingkungan tempat bidan bekerja.Kemajuan sosial ekonomi merupakan parameter yang amat penting dalam dalam pelayanan kebidanan.
            Prameter kemajuan sosial ekonomi dalam pelayanan kebidanan ,antara lain:
1.      Perbaikan status gizi ibu danbayi
2.      Cakupan pertolongan persalinan oleh bidan
3.      Menurunnya angka kematian ibu melahirkan
4.      Menurunnya angka kelahira neonatusl.
5.      Cakupan penanganan risiko tinggi
6.      Meningkatnya cakupan pemeriksaan antenatal
Bidan sebagai tenaga pemberi pelayanan kebidanan , pelayanan KB, dan pelayanan kesehatan masyarakat harus menyiapkan diri untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kebidanan.
Keadilan dalam memberi pelayanan kebidanan adalah aspek pokok dalam pelayanan bidan di Indonesia. Keadilan dalam pelayanan ini dimulai dengan:
1.      Pemenuhan kebutuhan  klien yang sesuai dengan kondisi klien
2.      Keadaan sumber daya kebidanan yang selalu siap untuk melayani
3.      Adanya penelitian untuk mengembangkan/meningkatkan pelayanan
4.      Adanya keterjangkauan ke tempat pelayanan
Ketersediaan hal-hal tersebut di atas adalah syarat utama terlaksananya pelayanan kebidanan yang aman.Selanjutnya di tunjang dengan sikap bidan yang tanggap dengan kebutuhan dan sesuai kondisi klien serta tidak membeda-bedakan dalam pemberian pelayanan.
Pelayanan kebidana diberikan secara holistic, yaitu memerhatikan aspek bio-psiko-kultural dan spiritual yang sesuai dengan kebutuhan pasien .pelayanan tersebut diberikan dengan tujuan menyelamatkan kehidupan dan mempertahankan kelangsungan pelayanan. Pasien memerlukan pelayanan dari petugas kesehatan (provider)yang memiliki karakteristik sebagai berikut:
1.      Semangat untuk melayani
2.      Simpati
3.      Empati
4.      Tulus ikhlas
5.      Member kepuasan
Selain hal di atas ,bidan sebagai pemberi pelayanan  harus memerhatikan keamanan, kennyamanan, privasi, kealamiaan, dan ketepatan pada saat memberikan asuhan pada klien.
            Bidan adalah tenaga professional yang member pelayanan sesuai dengan ilmu dan kiat kebidanan. Untuk dapat member pelayanan yang optimal kepada pasien diperlukan data masukan.Data tersebut di kumpulkan menggunakan format pengumpul data yang di desain sesuai sesuai dengan kasus yang ada.tehnik pengumpulan data yang di ginakan mencakup metode wawancara, observasi, inspeksi, palpasi, dan auskultasi serrta pemeriksaan penunjang lainnya.
            Metode pelayanan kebidanan yang sistematis, terarah, terukur ini di namakan manajemen kebidanan.Langkah-langkah dari manejemen kebidanan adlah sebagai berikut:
1.      Mengumpulkan data, dilanjutkan dengan membuat/menetukan diagnosis kebidanan
2.      Membuat perencanaan tindakan dan asuhan.
3.      Melaksanakan tindakan kebidanan sesuai kebutuhan
4.      Melakukan evaluasi
v  Kerangka Kerja Bidan
Kerangka  kerja bidan adalah suatu system kerja dalam memberi asuhan kebidanankepada klien untuk memperoleh hasil sesuai dengan tujuan yang di harapkan.
Tujuan asuhan adalah tercapainya harapan yang di inginkan untuk menjamin kepuasan,keamanan perempuan dan bayinya sepanjang siklus reproduksi, mewujudkan  keluarga bahagia, dan berkualitas melelui pemberdayaan perempuan dan keluarganya dengan menumbuhkan rasa percaya diri.

v  Konsep proses asuhan kebidanan
Ada enam konsep dalam proses asuhan kebidanan yang tujuan utamanya adalah meningkatkan dan mempertahankan kesehatan ibu dan bayinya seoptimal mungkin.
ü  Konsep 1:
Asuhan di berikan secara aman.batasannya adalah semua tindakan yang menjamin keselamatan ibu / wanita terhadap keadaan yang merugikan kesehatannya.
ü  Konsep 2:
Asuhan memberikan kepuasan.batasannya adalah tinndakan di lakukan sesuai dengan keinginan ibu/ wanita dan keluarga mendapatkan hasil yang di harapkan.
ü  Konsep 3:
Menghargai derajat dan hak individu wanita untuk dapat ikut mengambil keputusan atas asuhannya.batasannya adalah tindakan yang memperlihatkan atau menunjukkan sikap menghargai keputusan ibu / wanita sebagai individu yang mandiri dan secara aktif  dapat ikut mengambil keputusan atas asuhannya.

ü  Konsep 4:
Menghargai perbedaan tingkatan sosial –budaya dan ekonomi setiap individu /klien dan keluarganya.batasannya adalah tindakan dan sikap yang menunjukkan pengertian bahwa tiap individu dan keadaan kesehatannya dapat di pengaruhi lingkungan serta perilaku individu sendiri/atau keluarganya.
ü  Konsep 5:
Focus pada keluarga.batasannya adalah tindakan yang menerima keluarga sebagai satu komponen penting dalam pelayanan dan dapat membantu meningkatkan kesehatan ibu sebaik mungkin.
ü  Konsep 6:
Peningkatan kesehatan.batasannya adalah tindakan yang mendukung perilaku yang dapat mempertahankan / meningkatkan kesehatan wanita sepanjang siklus hidupnya.













v  Paradigma sehat:
Paradigma sehat adalah cara pandang adalah, pola pikir, atau model pembangunan kesehatan yang memandang masalah kesehatan saling terkait dan memengaruhi banyak faktor yang bersifat lintas sektoral denagn upaya yang lebih diarahkan pada peningkatan, pemeliharaan, serta perlindungan kesehatan , tidak hanya pada upaya penyembuhan penyakit atau pemulihan kesehatan.
Paradigma sehat mengubah cara pandang terhadap masalah kesehatan baik secara makro maupun mikro.Secara makro ,berarti bahwa semua pembanguan sektor harus memperhatikan dampaknya di bidang kesehatan, minimal memberi sumbangan dalam pengembangan lingkungan pada perilaku sehat.Secara mikro, berarti bahwa pembangunan kesehatan harus menekankan pada upaya promotif  dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif.

















BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan
v   Model konseptual kebidanan adalah tolak ukur bagi bidan dalam memberi asuhan kebidanan.Model adalah suatu bentuk pedoman atau acuan yang merupakan kerangka kerja seorang bidan dalam memberi asuhan kebidanan dan tidak terlepas dari teori yang memengaruhinya.
v  Komponen model kebidanan:
·         Membantu kesejahteraan ibu
·         Mempersiapkan ibu dengan pendidikan dan konseling
·         Intervensi teknologi seminimal mungkin
·         Mengidentifikasi dan memberi bantuan obstetric
·         Melakukan rujukan
v  Teori-teori yang mempengaruhi model kebidanan
ü  Teori reva rubin
ü  Teori ramona Mercer
ü  Teori Ela Joy Lerhman
ü   Teori Jean Ball
ü  Teori Orem

B.     Saran
Dengan adanya makalah sederhana ini, penyusun mengharapkan agar para pembaca dapat memahami materi apa itu bakteri. Saran dari penyusun agar para pembaca dapat menguasai materi singkat dalam makalah ini dengan baik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar